Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Investasi

Investasi adalah Komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang. Investasi dapat diartikan sebagai pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang (Mulyadi, 2001: 284). Investasi dapat juga didefinisikan sebagai penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh laba di masa yang akan datang (Abdul Halim, 2003: 4). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa investasi berhubungan dengan pemilikan sumber daya dalam jangka waktu yang panjang yang dimaksudkan untuk menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang.


Di dalam mengadakan investasi perusahaan mengharapkan adanya pengembalian terhadap dana yang ditanamkan dalam investasi tersebut. Investasi pada umumnya memerlukan dana yang relatif besar dan mengandung risiko serta ketidakpastian, maka perusahaan memerlukan pertimbangan yang masak sebelum melakukan investasi tersebut. Meskipun investasi mengandung risiko dan ketidakpastian, investasi tetap mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena (Bambang Riyanto, 1997: 121)

Menurut Van Horne (1998) The investment decisions is the important of the three decisions when it comes to creation of value. Capital investments the allocation of capital to investment proposals whose benefits are it a realized in the future. Because the future benefits are not known with certainly, investment proposals necessary involve risk. Consequently, they should be evaluated in relation to their expected return and risk. Menurut Charles (2002) the investment is the study of the process of committing funds to one or more assets:
  • Emphasis on holding financial assets and marketable securities
  • Concepts also apply to real assets
  • Foreign financial assets should not be ignored

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa investasi adalah pengeluaran untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dengan tujuan untuk menghasilkan keluaran barang atau jasa agar dapat diperoleh manfaat yang lebih besar di masa yang akan datang.

  1. Dana yang dikeluarkan akan terikak untuk jangka waktu yang panjang. Ini berarti bahwa perusahaan harus menunggu selama waktu yang panjang atau lama sampai keseluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali oleh perusahaan. Ini akan berpengaruh bagi penyediaan dana untuk keperluan lain.
  2. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang akan datang. Kesalahan dalam mengadakan “forecasting” akan dapat mengakibatkan adanya “over” atau “under-investment” dalam aktiva tetap. Apabila investasi dalam aktiva tetap terlalu besar melebihi daripada yang diperlukan akan memberikan beban tetap yang besar bagi perusahaan. Sebaliknya kalau jumlah investasi dalam aktiva tetap terlalu kecil akan dapat mengakibatkan kekurangan peralatan, yang ini dapat mengakibatkan perusahaan bekerja dengan harga pokok yang tinggi sehingga mengurangi daya bersaingnya atau kemungkinan lain ialah kehilangan sebagian dari pasar bagi produknya.
  3. Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar. Jumlah dana yang besar itu mungkin tidak dapat diperoleh dalam jangka waktu yang pendek atau mungkin tidak dapat diperoleh sekaligus. Berhubungan dengan itu maka sebelumnya harus dibuat rencana yang hati-hati dan teliti.
  4. Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut akan mempunyai akibat yang panjang dan berat. Kesalahan dalam pengambilan keputusan di bidang ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian. Karena beberapa alasan pentingnya investasi diatas, maka setiap usulan investasi terlebih dahulu dievaluasi sebelum diambil keputusan untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi.

Pada dasarnya tujuan orang melakukan investasi adalah untuk menghasilkan sejumlah uang. Secara lebih khusus ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi antara lain :
  1. Untuk mendapat kehidupan yang lebih layak di masa datang
  2. Mengurangi tekanan inflasi
  3. Dorongan untuk menghemat pajak

Menurut Gitman (2005), ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain adalah :
  1. Accumulating retirement funds Accumulating funds for retirement is the single most important reason for investing.
  2. Enchancing current income Investment enchance current income by earnings dividends or interest.
  3. Saving for major expenditure The most common of these are the down payment on a home, education, vacation travel and capital to start business.
  4. Sheltering income from taxes Obiusly, if person can avoid or deferpaying taxeson the income from investment, its will have more funds left for reinvestment.

Ditinjau dari segi ruang lingkup usahanya, investasi dapat dibagi menjadi dua yakni :
  1. investasi pada aktiva nyata (real assets atau real investment), misalnya untuk pendirian pabrik-pabrik, pendirian hotel/restoran, perkebunan dan lainlain, dan,
  2. investasi pada aktiva keuangan (financial assets atau financial investment), seperti pembelian suratsurat berharga, baik berupa saham maupun obligasi

Post a comment for "Pengertian Investasi"

Berlangganan via Email