Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Jenis-Jenis Strategi Pemasaran


Strategi pemasaran adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi. Strategi pemasaran terdiri dari pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran. Strategi pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan yang mengarah pada kegiatan atau usaha pemasaran, dari suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Strategi Pemasaran punya peranan penting dalam sebuah perusahaan atau bisnis karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi perusahaan, baik itu harga barang maupun jasa.
Adapun beberapa strategi pemasaran yang harus dilakukan suatu perusahaan atau bisnis:

Strategi Produk/Jasa

Produk merupakan segala bentuk hasil usaha yang ditawarkan ke pasar untuk digunakan atau dikonsumsi sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Jika ingin berhasil menjalankan strategi pemasaran, maka perusahaan harus membuat dan menghasilkan produk atau jasa dengan kualitas dan keunikan tersendiri. Dengan begitu, produk atau jasa yang ditawarkan secara otomatis dapat meningkatkan daya saing di pasaran.
Dalam merencanakan penawaran pasarnya, pemasar harus melihat lima tingkat produk. Setiap tingkat dapat menambah nilai pelanggan dalam suatu produk.
  1. Pada tingkat dasar adalah manfaat inti, yaitu layanan atau manfaat yang benar-benar dibeli pelanggan. Pemasar harus meliha diri merak sendiri sebagai penyedia manfaat.
  2. Pada tingkat kedua, pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi produk dasar.
  3. Pada tingkat ketiga, pemasar mempersiapkan produk yang diharapkan, atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli produk.
  4. Pada tingkat keempat, pemasar menyiapkan produk tambahan yang melebihi harapan pelanggan.
  5. Pada tingkat kelima adalah produk potensial, yang mencakup semua kemungkinan tambahan dan transformasi yang mungkin dialami sebuah produk atau penawaran dimasa depan. Biasa ditingkat ini perusahaan mencari cara baru untuk memuaskan pelanggan dan membedakan penawaran mereka.

Strategi Harga

Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen  untuk mendapatkan produk yang ditawarkan. Dengan kata lain, seseorang akan menggunakan jasa atau membeli produk yang ditawarkan, jika pengorbanan yang dikeluarkan (yaitu uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang  ingin didapatkan dari produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Terkait strategi ini, fokus perusahaan adalah bagaimana caranya agar dapat membuat pelanggan atau calon pembeli potensial merasa pengeluarannya sesuai dengan apa yang dia dapat.
Adapun strategi adaptasi harga:

Penetapan harga per wilayah geografis

Yaitu melibatkan perusahaan dalam mengambil keputusan mengenai harga produk bagi konsumen yang berada di berbagai tempat di seluruh wilayah pemasaran. Lima strategi dalam penetapan harga per wilayah geografis :

  • Penetapan harga FOB (Penetapan harga dengan memperhitungkan biaya angkutan sampai kepada konsumen)
  • Penetapan harga seragam (Perusahaan menjual barang kepada konsumen di mana pun berada dengan harga plus biaya angkutan yang sama besarnya)
  • Penetapan harga per wilayah (Perusahaan menjual barang kepada konsumen berdasarkan harga yang ditetapkan oleh wilayah bersangkutan)
  • Penetapan harga patokan (Penetapan harga dimana penjual menunjuk suatu tempat sebagai titik patokan, kemudian menambahkan kepada semua pembeli dengan biaya angkutan dari tempat tersebut ke tujuan masing-masing tanpa melihat apakah barang dibeli benar-benar dikirimkan dari kota tadi.)
  • Penetapan harga termasuk angkutan (Kesediaan penjual untuk dibebani seluruh atau sebagian dari biaya angkutan, dengan maksud untuk memasarkan barangnya pada pelanggan khusus atau pada daerah tertentu yang diinginkan penjual)

Potongan harga dan imbalan khusus

  • Potongan tunai (Yaitu pengurangan harga jual bagi pembeli yang membayar barangnya tepat  atau mendahului waktu yang telah ditentukan.)
  • Potongan kuantitas (Yaitu pengurangan harga jual bagi pembeli yang telah membeli dalam jumlah besar dan melebihi jumlah yang ditetapkan untuk potongan.)
  • Potongan fungsional (Yaitu potongan yang diberikan karena perantara menjalankan fungsi perusahaan untuk menyalurkan barang dagangan.)
  • Potongan musiman (Merupakan pengurangan bagi siapa saja yang membeli barang pada musim-musim sepi)
  • Imbalan khusus (Yaitu imbalan yang diberikan kepada siapa saja yang membeli barang baru dengan membawa barang yang lama).

Harga promosi

Kegiatan ini dilakukan dengan cara:
  • Penetapan harga tumbal

       Yaitu penetapan harga dilakukan dengan membanting harga produk bermerek terkenal dengan tujuan menarik pengunjung. Tetapi, tetap menggunakan merek produsen.
b. Penetapan harga khusus
     Yaitu penjual menetapkan harga khusus dalam musim-musim tertentu untuk menarik konsumen.
c. Potongan tunai
    Yaitu potongan harga yang ditawarkan kepada konsumen yang ingin membeli barang kepada dealer selama jangka waktu tertentu secara tunai.
d. Harga dengan suku bunga rendah
     Yaitu penawaran kepada kosumen (pembeli secara kredit atau cicilan) dengan tingkat suku bunga yang rendah.
e. Penetapan harga promosi dengan pelayanan dan jaminan
    Yaitu penjualan dengan memberikan jaminan pelayanan (Service Contract) atau garansi.
f.  Potongan psikologis
    Yaitu teknik harga promosi dimana penjual memasang harga semu yang tinggi dan menawarkan harga lain yang lebih rendah.

4) Penetapan harga diskriminatif
       Perusahaan memodifikasi harga pokok mereka supaya dapat memenuhi perbedaan yang terjadi pada konsumen, produk, tempat, dan lain sebagainya. Penetapan harga diskriminatif adalah taktik menjual produk atau jasa dengan dua macam harga atau lebih sedangkan besarnya selisih harga ini tidak selalu sebanding dengan besarnya selisih biaya.

Strategi Promosi

Strategi Pemasaran ini berfokus pada masalah promosi bisnis, seperti bagaimana cara memasarkan produk, media apa yang digunakan, dan sebagainya. Promosi merupakan salah satu strategi marketing yang memiliki tujuan sebagai berikut.
1) Mengidentifikasi dan menarik konsumen baru.
2) Mengomunikasikan produk baru.
3) Meningkatkan jumlah konsumen untuk produk yang telah dikenal secara luas.
4) Menginformasikan kepada konsumen tentang peningkatan kualitas produk.
5) Mengajak konsumen untuk mendatangi tempat penjualan produk.
6) Memotivasi konsumen agar memilih atau membeli suatu produk.

Strategi Distribusi

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibutuhkan strategi distribusi yang tepat untuk menyalurkan barang atau jasa dagangannya ke tangan konsumen. Berikut ini adalah metode distribusi yang dapat dipilih oleh suatu perusahaan bisnis untuk memaksimalkan laba.

1) Strategi Distribusi Intensif

Distribusi intensif adalah strategi distribusi yang menempatkan produk dagangannya pada banyak retailer atau pengecer serta distributor di berbagai tempat. Tehnik I ni sangat cocok digunakan untuk produk atau barang kebutuhan pokok sehari-hari yang memiliki permintaan dan tingkat konsumsi yang tinggi. Contoh seperti sembako, rokok, sikat gigi, odol, sabun, deterjen, dan lain sebagainya.

2) Strategi Distribusi Selektif

Distribusi selektif adalah suatu metode distribusi yang menyalurkan produk barang atau jasa pada daerah pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau pengecer saja pada suatu daerah. Di antara distributor atau pengecer akan terdapat suatu persaingan untuk merebut konsumen dengan cara, teknik dan strategi masing-masing. Contoh saluran distribusi selektif adalah produk elektronik, produk kendaraan bermotor, sepeda, pakaian, buku, dan lain sebagainya.

3) Strategi Distribusi Eksklusif

Distribusi eksklusif adalah memberikan hak distribusi suatu produk pada satu dua distributor atau pengecer saja pada suatu area daerah. barang atau jasa yang ditawarkan oleh jenis distribusi eksklusif adalah barang-barang dengan kualitas dan harga yang tinggi dengan jumlah konsumen yang terbatas. Contoh distribusi ekslusif adalah seperti showroom mobil, factory outlet, restoran waralaba, produk mlm / multi level marketing / pasif income, mini market, supermarket, hipermarket, dan lain-lain.

Strategi Orang

Faktor sumber daya manusia sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah perusahaan. Tak dapat dipungkiri bahwa faktor ini berperan penting dalam membuat suatu kemajuan atau bahkan kemunduran dari suatu perusahaan. Inilah mengapa berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk mencari kandidat pekerja terbaik, mereka bahkan rela membayar lebih untuk menyewa pihak pencari kerja independen yang sudah ahli dalam mencarikan kandidat pekerja bagi perusahaan.
Pertanyaan-pertanyaan terkait, apakah karyawan tersebut memiliki performance tinggi atau sebaliknya, apakah karyawan tersebut loyal atau sebaliknya, apakah karyawan tersebut mampu melayani konsumen dengan baik atau sebaliknya akan ikut membantu kesuksesan sebuah perusahaan  di pasaran.

Faktor penting lainnnya dalam SDM adalah attitude dan motivasi dari karyawan dalam industri jasa. Attitude dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti penampilan karyawan, suara dalam bicara, body language, ekspresi wajah, dan tutur kata. Sedangkan motivasi akan menentukan sejauh apa karyawan ingin atau menyukai pekerjaan yang akan dilakukan.

Strategi Bentuk Fisik 

Tampilan fisik tempat usaha akan menjelaskan bagaimana penataan bangunan dari suatu perusahaan. Apakah perusahaan menggunakan interior yang unik, lightning system yang menarik, desain ruangan yang menarik perhatian, dan lain sebagainya. Perusahaan tentu akan menyadari bahwa penataan bangunan di suatu perusahaan tentu akan mempengaruhi mood pengunjung. Desain interior yang terkesan berantakan tentu akan membuat konsumen merasa agak sedikit tidak nyaman dengan keadaan di perusahaan tersebut. Bangunan harus dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat memberikan nilai tambah.

Strategi Proses

Proses di sini mencakup bagaimana cara perusahaan melayani permintaan tiap konsumennya, mulai dari konsumen memesan (order) hingga akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Beberapa perusahaan tertentu biasanya memiliki cara yang unik atau khusus dalam melayani konsumennya. Seperti halnya di suatu restoran, ada beberapa restoran yang memberikan fasilitas “open kitchen”, di mana konsumen bisa melihat tiap proses pembuatan makanan yang mereka pesan dan itu akan menjadikan nilai tambah perusahaan.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Strategi_pemasaran
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran
https://www.maxmanroe.com/vid/marketing/pengertian-strategi-pemasaran.html
https://www.dkampus.com/2016/02/strategi-harga-dalam-pemasaran/
http://berinovasi.com/2018/01/03/jenis-jenis-strategi-pemasaran-yang-efektif-bagi-usaha-anda/ 
https://elqorni.wordpress.com/2009/02/26/strategi-distribusi-dalam-pemasaran/

Post a comment for "Pengertian dan Jenis-Jenis Strategi Pemasaran"

Berlangganan via Email