Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengaruh Budaya dan Subbudaya Terhadap Perilaku Konsumen


Menurut Schifman & Kanuk (2008 : 358) budaya adalah keseluruhan kepercayaan, nilai – nilai, dan kebiasaan yang mempelajari yang membantu mengarahkan perilaku konsumen para anggota masyarakat tertentu. Budaya memperlengkapi orang dengan rasa identitas dan pengertian akan perilaku yang dapat diterima di dalam masyarakat. Budaya merupakan karakter yang penting dari suatu sosial yang membedakan dari kelompok kultur lainnya. Apa yang dimakan seseorang, bagaiman mereka berpakaian, apa yang mereka pikirkan dan rasakan, bahasa apa yang mereka bicarakan adalah dimensi dari kultur (Setiadi, 2008 :334). Dalam hal ini adanya budaya dapat mempengaruhi bagaimana individu mengambil keputusan, budaya adalah variabel utama dalam penciptaan dan komunikasi makna didalam produk. Persepsi konsumen terhadap sesuatu termasuk bagaimana cara berpikir, percaya, dan bertindak ditentukan oleh lingkungan budaya sekitar konsumen itu berada serta kelompok yang berhubungan dengan konsumen. Kebudayaan mengimplikasikan sebuah cara hidup yang dipelajari secara total dan diwariskan. hal ini mengandung arti bahwa kebudayaan tidak hanya mencakup tindakan yang berlandaskan naluri tapi juga dipelajari.

Kebudayaan mempengaruhi perilaku pembelian karena budaya menyerap ke dalam kehidupan sehari-hari. Budaya menetapkan apa yang kita dengar dan makan, dimana kita tinggal dan kemana kita bepergian. Budaya mempengaruhi bagaimana kita membeli dan menggunakan produk dan kepuasan kita tehadap produk-produk tersebut. Contoh :

Diketahui dari contoh diatas bahwa faktor budaya, yaitu tradisi masyarakat dalam mengkonsumsi barang tertentu pada acara atau kebiasaan daerah mereka dapat berpengaruh pada perilaku keputusan pembelian terhadap suatu barang yang mereka butuhkan.  

Konsumen banyak mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan pembelian konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang akan dibeli konsumen,dimana mereka membeli, serta mengapa mereka membeli. Maka dari itu dengan adanya kebudayaan perilaku konsumen akan mengalami perubahan. Dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu pemasar untuk memprediksi penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Maka dari itu dengan adanya hal tersebut harus bisa digunakan pemasar untuk melakukan pemasaran terhadap produk mereka. Misalnya dalam melakukan pengiklanan, di Norwegia dan Swedia tidak mengijinkan adanya iklan di televise. Maka dari itu pihak pemasar harus memperhatikan, jangan sampai membuat blunder mengiklankan sedangkann peraturan tidak memperbolehkan.

Budaya pun merupakan sesuatu yang perlu dipelajari, karena konsumen tidak dilahirkan spontan mengenai nilai atau norma kehidupan social mereka, tetapi mereka harus belajar tentang apa yang diterima dari keluarga dan teman-temannya. Misalnya anak-anak menerima nilai dalam perilaku mereka dari orang tua dan lingkungan sekitarnya, akibat kemajuan zaman anak diarahkan pada kepraktisan, mereka menerima nilai dalam perilaku mereka dari orang tua dan lingkungan sekitarnya dengan diperkenalkannya makan siap saji seperti Chicken Nugget, Sosis dan lainnya karena kemudahan dalam mengolah makanan tersebut. Maka dari itu, karena nilai yang diajarkan seperti itu maka anak akan terbiasa dengan hal tersebut.

Pengaruh Budaya Terhadap Perilaku Konsumen

Produk dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna budaya. Makna budaya akan dipindahkan ke produk dan jasa, dan produk kemudian dipindahkan ke konsumen dalam bentuk pemilikan produk (possession ritual), pertukaran (exchange ritual), pemakaian (grooming ritual), dan pembuangan (divestment ritual).

Budaya Populer

Mowen dan Minor (1998) mengartikan budaya populer sebagai budaya masyarakat banyak yang mudah dipahami dan tidak memerlukan pengetahuan khusus.

Iklan
Iklan dalam berbagai bentuknya seperti iklan media cetak atau pun elektronik. Setiap hari konsumen disajikan beragam iklan produk dan jasa melalu berbagai media. Konsumen pun bisa menikmati iklan-iklan mancanegara yang ditayangkan di tanah air, karena iklan telah menjadi budaya internasional.

Televisi
Televisi adalah medium untuk menyampaikan banyak hal kepada masyarakat : sosial, politik, hiburan, olahraga, beragam berita, dan iklan komersial. Budaya hiburan seperti sinetron, film, ruang konsultasi, musik, quis, ceramah agama, dan kerohanian. Beberapa nama stasiun televisi, sctv, rcti, metro tv, tv one, trans tv, trans 7 , indosiar, riau tv dll.

Musik
Musik telah menjadi budaya populer yang sangat penting. Musik juga banyak dipakai oleh iklan – iklan produk dan jasa. Konsumen indonesia sangat terbuka dalam menerima jenis musik dari mancanegara.

Radio
Ada fungsi radio yang tidak bisa digantikan, konsumen bisa mendengarkan radio sambil bekerja, mengemudi dan melakukan kegiatan lainnya. Sejak penggunaan telepon selular, radio meciptakan budaya baru yaitu interaktif antara pendengar dan penyiar radio, radio bisa menyiarkan langsung kejadian – kejadian penting di masyarakat.

Pakaian dan Asesoris
Pakaian menggambarkan suatu budaya dan bangsa. Konsumen selalu membutuhkan pakaian dan asesoris berbeda untuk tujuan yang berbeda. Kebutuhan pakaian dan asesoris yang berbeda antar waktu dan situasi ini yang menyebabkan permintaan selalu meningkat.

Permainan (Games)
Seiring dengan berkembangnya teknologi alat-alat elektronik seperti komputer, playstation, nintendo, PSP dll, maka berkembang pula segala macam jenis permainan. Setiap era selalu memiliki budaya permainan populer yang berbeda.

Film
Film telah mewarnai kehidupan masyarakat indonesia dan dunia. Film bisa di tonton di bioskop televisi, vcd dll dari anak-anak hingga dwasa. Film menjadi hiburan bagi konsumen. Semua jenis prosuk, iklan produk di tayangkan pada saat pemutaran film.

Komputer
Komputer, internet dan telepon genggam menjadi ciri budaya modern suatu bangsa pada dekade ini termasuk ciri budaya populer yang membawa perubahan pada perilaku konsumen. Dahulu hanya menggunakan mesin ketik untuk mengolah data, menulis dokumen. Kehadiran internet konsumen bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Pemakaian telepon genggam juga memiliki perilaku yang baru bisa mengirim kabar dengan cepat conothnya penggunaan SMS.

Strategi Pemasaran dengan dan Memperhatikan Budaya

Beberapa strategi pemasaran bisa dilakukan dengan pemahaman budaya suatau masyarakat, pemasar  dapat merencanakan strategi pemasaran pada penciptaan produk, segmentasi dan promosi. Pemahaman tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberikan inspirasi mengenai produk yang dibutuhkan oleh konsumen.

Contohnya pada masyarakat indonesia telah mempercayai perawatan kecantikan, menjaga kebugaran tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit menggunakan tumbuh-tumbuhan , kewirausahaan pun memanfaatkan pengetahuan budaya tersebut untuk membuat produk tradisional seperti jamu. Produsen jamu Nyonya Meneer memiliki 3000 karyawan dan mendistribusikan produknya keseluruh propinsi di indonesia bahkan mengekspor ke jiran malaysia.

Penciptaan Ragam Poduk
Beragamnya budaya dalam berbagai masyarakat bagi pemasar seharusnya menjadi peluang sangat baik. Dalam suatau budaya tertentu, banyak sekali ritual-ritual budaya yang membutuhkan barang-barang yang dijadikan sebagai symbol tertentu.

Segmentasi Pasar
Ritual budaya yang dijalankan masyarakat dapat merupakan suatu segmen pasar tersendiri. misalnya, ritual mudik lebaran dapat dijadikan satu segmen pasar “pasar mudik lebaran”.

Promosi
Setelah segmentasi dilakukan, strategi promosi dapat difokuskan segmen sasaran saja agar efektif dan efisien. pemahaman budaya bisa dijadikan dasar untuk memposisikan produk melalui iklan, Iklan dirancang sehingga mempisisikan produk untuk ritual budaya-budaya.




Post a comment for "Pengaruh Budaya dan Subbudaya Terhadap Perilaku Konsumen "

Berlangganan via Email