Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Brand Strategy (Strategi Merk) Part 2


Definisi merek menurut Philip kotler dalam buku manajemen pemasaran adalah, suatu nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya ,yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa penjual atau kelompok penjual dan untuk mendiferensiasikannya dari produk atau jasa lain yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama.

Menurut keller 1999 dalam Zumi Saidah bahwasanya penguatan merek dapat timbul dalam beberapa faktor strategi yang dilakukan untuk menunjang penguatan merek, diantaranya brand awareness dan brand image. Kesadaran merek (brand awareness) adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Konsumen akan cenderung membeli merek yang sudah dikenal karena merasa aman dengan sesuatu yang sudah dikenal. Dengan kata lain, sebuah merek yang dikenal mempunyai kemungkinan bisa diandalkan, kemantapan dalam bisnis, dan kualitas yang bisa dipertanggung-jawabkan.
Strategi – Strategi Penguatan Merek Menurut Keller 1999:

Brand Awareness

Menurut Sugiarto dalam buku strategi menaklukkan pasar melalui riset ekuitas dan perilaku konsumen menyatakan bahwa, kesadaran merek (Brand awareness) adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu.7
Menurut darmadi durianto dalam buku invasi pasar dengan iklan yang efektif menyatakan bahwa, kesadaran merek (Brand awareness) memiliki empat tingkatan yang berbeda yaitu:

Top of Mind (puncak pikiran)

Kategori ini meliputi merek produk yang pertama kali muncul di benak konsumen pada umumnya, sehingga konsumen dapat mengingat dan menyebutkan satu nama merek tanpa adanya bantuan.

Brand Recall (Pengingatan Kembali Merek)

Kategori ini meliputi dalam kategori suatu produk yang disebutkan atau diingat konsumen tanpa harus dilakukan pengingatan kembali, diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan (unaided recall).

Brand Recognition (Pengenalan Merek)

Kategori ini meliputi merek produk yang dikenal konsumen setelah dilakukan pengingatan kembali lewat bantuan (aided recall).

Unware of Brand (Tidak Menyadari Merek)

Kategori ini termasuk merek yang tetap tidak dikenal walaupun sudah dilakukan pengingatan kembali lewat bantuan (aided recall).

Strategi penguatan merek dalam brand awareness yaitu dengan:
a) Produk yang ditawarkan
b) Keuntungan yang ditawarkan produk tersebut
c) Kebutuhan yang akan dipuaskan produk tersebut

Brand Image

Menurut freddy rengkuti brand image merupakan sekumpulan asosiasi brand yang terbentuk dalam benak konsumen. Konsumen yang terbiasa menggunakan brand tertentu, cenderung memiliki konsistensi terhadap brand image. Hal ini bisa disebut juga sebagai kepribadian merek (Brand Personality). Selanjutnya apabila konsumen beranggapan bahwa merek tertentu secara fisik berbeda dari merek pesaing, citra merek tersebut melekat secara terus menerus sehingga dapat membentuk kesetiaan terhadap brand tertentu atau disebut dengan loyalitas merek (brand loyalty).
Brand image merupakan kesan konsumen atau kepribadian suatu merek. Brand image juga memiliki dimensi-dimensi seperti asosiasi merek, favorability asosiasi merek, kekuatan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek.

Asosiasi Merek

Menurut I Dewa Putu Yosmara Adi Putra asosiasi merek (Brand Association) merupakan kumpulan keterkaitan dari sebuah merek pada saat konsumen mengingat sebuah merek. Keterkaitan tersebut berupa asosiasi terhadap beberapa hal dikarenakan informasi yang disampaikan kepada konsumen melalui atribut produk, organisasi, personalitas, simbol, ataupun komunikasi.
Asosiasi merek meliputi tiga bagian, yakni atribut, keuntungan dan perilaku. Yang berarti bahwa pelanggan berusaha mempelajari atribut yang ditampilkan suatu merek, kemudian mereka mengaitkannya dengan keuntungan apa saja yang dapar mereka peroleh dari atribut tersebut.

Favorability Asosiasi Merek

Dapat diartikan sebagai tingkat kesukaan terhadap asosiasi yang terdapat pada sebuah merek. Favorability asosiasi merek diciptakan dengan meyakinkan pelanggan bahwa mereka memiliki atribut-atribut dan manfaat yang relevan yang dapat memuaskan kebutuhan mereka, dimana membentuk penilaian merek yang positif secara keseluruhan.

Kekuatan Asosiasi Merek

Kekuatan asosiasi merek adalah bagaimana kekuatan asosiasi di dalam benak konsumen. Asosisasi yang kuat tergantung pada bagaimana program pemasaran dan pengalaman konsumen dengan suatu merek. Semakin dalam seseorang berpikir atau mengetahui informasi suatu produk dan menghubungkannya dengan pengetahuan merek yang dimiliki, maka akan semakin kuat asosiasi merek yang dihasilkan.

Keunikan Asosiasi Merek

Keunikan merupakan point pembeda dalam keunggulan bersaing dan dapat memberikan alasan yang kuat mengapa konsumen harus membeli merek tersebut. Keunikan harus bisa ditanamkan di benak konsumen agar konsumen melihat merek tersebut memiliki hal yang tidak sama dengan merek lain.
Strategi penguatan merek dalam brand image

a. Bagaimana merek dapat menjadi superior
b. Kekuatan, keuntungan, dan keunikan apa dalam pikiran konsumen dari merek tersebut


Post a comment for "Brand Strategy (Strategi Merk) Part 2"

Berlangganan via Email